Kucing-kucing Kami



Miu-miu lagi nungguin induknya dan adik-adiknya

Eh, ternyata malah ikut ngempeng. Hahaha..


Kucing kami, Kukun. Kukun punya nama lengkap Coonoor (baca: Kunur), mudahnya dipanggil Kukun. Soalnya kalau dipanggil Nur, malah aneh, hahaha. Diadopsi istri sekitar bulan September 2015. Waktu itu Saya masih tugas belajar ke India, di negara bagian Tamilnadu, India Selatan. Sekitar 2-3 jam dari bandar udara Chennai (Madras). Coonoor itu tempat Saya belajar di Kothari Agricultural Management Centre.

Dulu, kata istri, Kukun dipungut dari tempat sampah dekat rumah. Waktu itu masih kecil, masih butuh "ngempeng" sebetulnya. Nah, waktu itu selain Kukun, di rumah ada kucing juga, korban tabrak mobil. Kita namai Chennai. Cen kena masalah di perut juga pas setelah kejadian itu. Pencernaannya nggak lancar, sering kayak diare. Kata dokter, Cen juga kena Feline Parvo Virus. Cen akhirnya istirahat selamanya setelah dirawat di Puskeswan dekat rumah, dan dikubur di situ. Waktu itu tanggal 27 Desember 2015, sore sebelum kita mudik tahun baru ke Tangerang.
Singkatnya, Kukun waktu itu satu-satunya kucing yang kita pelihara. Sampai saat pas ada yang punya kucing di grup cat lovers nawarin kucing bulu tebal. Sekitar awal Januari 2016, kita putuskan adopsi kucing lagi. Kita namai Snowee karena bulunya putih kayak salju. Panggilannya Owi atau Owe. Kapan-kapan kita cerita soal Owi.

Setelah Owi, kita pernah adopsi kucing kecil yang nyasar, Stitch. Namun umurnya juga nggak panjang. ‌RIP Stitch, adopted 26 Jun - 19 Jul 2016. Pernah juga kita rawat kucing mungut di dekat SMA Bandar, namun malah nggak kerasan di rumah dan pergi.

Kembali ke Kukun. Kukun kucing pintar, lucu, nakal dan aktif. Sampai nantinya kita tahu juga dia ternyata produktif, hahaha, karena sampai April ini saja, total Kukun udah ngelahirin 4+4+3 anak kucing. Anak-anak Kukun kita namai Marucil. Kelahiran Marucil pertama ada 4 Marucils, lahir 8 Juni 2016. Kita namai Pushkin, Bhai, Dakochan dan Kiko. Semua nama ada kronologinya alias azbabun nuzulnya, hehe. Lalu, 4 Marucils lahir lagi tanggal 23 Nov 2016, sayangnya cuma 1 yang sampai sekarang masih tersisa. Kita namai Miu-miu. 3 yang lain, hilang, sama ada yang mati. Yang terakhir, 3 Marucils lahir tanggal 10 April kemarin. 2 hidup, 1 mati. Sekarang Marucils terakhir masih ASI eksklusif dari Kukun, Miu-miu pun nggak kalah, ikut ngempeng lagi sama Kukun. Emang lucu si Miu-miu, hehe [].

Comments