Hama Penting Teh


Hama-hama Penting Tanaman Teh dan Cara Pengendaliannya
Oleh: Ir. Wahyu Widayat, M.S.
 BPTK Gambung, 1989
1.       Helopeltis antonii Signoret
§  Menyerang pucuk daun teh (pucuk daun dan ranting muda).
§  Gejala: Stilet ditusukkan pada daun/ranting muda, terjadi bercak kehijau-hijauan, berubah menjadi coklat, dan mati. Bagian yang terserang menjadi abnormal.
§  Waktu Penyerangan: Pagi/sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Helopeltis tidak suka cahaya.
§  Kerugian: Produksi pucuk berkurang, timbulnya kanker cabang.
§  Cara Pengendalian: Weeding, Daur petik 6-7 hari, Pemupukan berimbang (NPKMg), Apabila terjadi kanker cabang, hilangkan cabang tersebut, gunakan insektisida.
2.       Tungau Jingga (Brevipalpus phoenicis Geijskes)
§  Ukuran 0,2 mm, bentuk bulat/lonjong, bergerak lamban, menyerang bagian bawah daun pemeliharaan yang tua.
§  Gejala: Bercak kecil pada pangkal daun seperti terkena minyak berwarna kecoklat-coklatan, membentuk koloni pada pangkal daun/ibu tulang daun. Serangan tingkat lanjut, tungau jingga menjalar ke ujung daun, sekitar ibu tulang daun membentuk kalus, warna coklat kemerah-merahan menjadi kering, daun rontok. Mahkota perdu jarang/gundul.
§  Waktu Penyerangan: Pada musim kemarau (akhir musim kemarau/awal musim hujan).
§  Kerugian: Gugur daun tua, produksi pucuk turun.
§  Cara Pengendalian: Weeding, pemupukan berimbang (NPKMg), dapat dilakukan pemangkasan, penyemprotan akarisida.
3.       Ulat Jengkal/Ulat Kilan (Ectropis bhurmitra Walker; Biston suppresaria Green)
§  Menyerang daun (muda/pucuk/tua), tanaman yang baru dipangkas.
§  Gejala: Terdapat bekas gigitan pada daun, pada serangan berat hanya tinggal tulang daun.
§  Waktu Penyerangan: Pada musim kemarau.
§  Kerugian: Produksi turun, kematian tanaman apabila terserang setelah habis dipangkas.
§  Cara Pengendalian:Sanitasi/pembersihan seresah daun, weeding, pembasmian kepompong, pemupukan berimbang, penyemprotan insektisida.
4.       Ulat Penggulung Daun (Homona coffearia Nietner)
§  Kepala berwarna hitam/coklat tua, bergerak aktif dan bila terganggu bereaksi dengan menjatuhkan diri. Menyukai daun muda/tua jika daun muda habis. Memakan lapisan daun bagian bawah.
§  Gejala: Satu/lebih daun terlipat dengan benang-benang halus, lipatan daun berisi ulat, bagian atas daun mengering.
§  Waktu Penyerangan: Musim kemarau (akhir musim kemarau/awal musim hujan).
§  Kerugian: Produksi turun.
§  Cara Pengendalian: Secara mekanis, telur diambil beserta ulatnya, menangkap kupu ulat penggulung pucuk dengan lampu petromak pada malam hari, weeding, pemupukan berimbang, penyemprotan insektisida.
5.       Ulat Api/Ulat Bajera (Setora nitens Wlk; Parasa lepida Cramer)
§  Hama yang ditakuti oleh pemetik dan karyawan kebun, karena apabila kulit terkena bulu ulat tersebut maka akan terasa panas seperti terkena api. Bagian tanaman yang diserang adalah daun tua.
§  Gejala: Daun tua berlubang-lubang.
§  Waktu Penyerangan: Musim kemarau.
§  Kerugian: Rusaknya daun tua. Gangguan kerja pada pemetik/karyawan.
§  Cara Pengendalian: Secara mekanis diambil, lalu dimusnahkan. Weeding, pemupukan berimbang, penyemprotan insektisida.
6.       Ulat Penggulung Pucuk (Cydia leucostoma Meyer)
     
§  Ulat tersembunyi didalam pucuk yang tergulung. Ulat berukuran 2-3 mm.
§  Gejala: Terlihat benang-benang halus yang mengikat daun pucuk.
§  Waktu Penyerangan: Musim kemarau, serangan berat pada setelah pangkas (TP 1 dan 2).
§  Kerugian: Pertumbuhan pucuk terhambat.
§  Cara Pengendalian: Memperpendek daur petik, memetik pucuk yang terserang dan berkokon. Weeding, pemupukan berimbang, apabila serangan luar biasa, baru diperlukan penyemprotan.
7.       Tungau Kuning (Polyphagotarsonemus latus Banks)
  
§  Ukuran mikroskopis. Menyerang pucuk.
§  Gejala Serangan: Menyerang bagian bawan daun pucuk, berwarna coklat muda, garis sejajar dengan tulang daun, keriting seperti kekahatan unsur Zn.
§  Waktu Penyerangan: Musim penghujan. Biasanya menyerang tanaman yang baru dipangkas.
§  Kerugian: Pertumbuhan abnormal, pada serangan berat, pucuku menjadi kecil.
§  Cara Pengendalian: Memetik pucuk yang terserang, weeding, pemupukan berimbang, penyemprotan insektisida.
8.       Hama Penggerek Batang (Xyleborus fornicates Eichh.)
§  Berbentuk seperti kumbang dengan ukuran 1-2 mm. Jantannya lebih besar dari betinanya. Bagian yang diserang cabang dan batang tanaman.
§  Gejala: Menyerang cabang dan  atang, menyebabkan mudah patahnya cabang. Pada cabang yang terserang terlihat ada seperti serbuk gergaji yang menempel pada lubang tersebut. Terdapat lubang ±1 mm.
§  Waktu Penyerangan: Sepanjang tahun.
§  Kerugian: Rusaknya frame, penyebab mati ujung karena kebusukan kayu.
§  Cara Pengendalian: Weeding, pemupukan berimbang, penyemprotan insektisida.
9.       Hama Kutu Daun (Taxoptera aurantii Boyer)
§  Ukuran 1-2 mm, berwarna hitam, menyerang tunas dan ranting muda.
§  Gejala: Pertumbuhan tunas dan ranting muda tidak sempurna, daun pucuk mengering dan mati, kutu berkelompok 10-200 ekor atau lebih pada bagian yang terserang. Pada serangan lebih lanjut, pucuk tersebut akan mati.
§  Waktu Penyerangan: Pada setelah pemangkasan. Serangan berat pada musim kemarau.
§  Cara Pengendalian: Weeding, pemupukan berimbang, pemetikan tunas terserang, dan penyemprotan insektisida.

Comments