Teknis Awal pada Budidaya Lebah Madu


PEMINDAHAN KOLONI LEBAH MADU
Kegiatan pemindahan koloni ini bertujuan untuk memindahkan koloni lebah madu dari alam ke kotak lebah (hive) untuk dipelihara. Kegiatan yang dilakukan diawali dari membersihkan hive. Biasanya, kotak lebah yang telah dipakai akan banyak sekali kotoran yang terdapat didalamnya. Kotoran tersebut antara lain: sisa-sisa sarang lebah, lilin-lilin yang menempel di beberapa bagian sarang dan sebagainya. Kotoran-kotoran ini kemudian dibersihkan menggunakan pisau (dikerik) sampai bersih. Manfaat pembersihan sarang adalah mengurangi resiko timbulnya jamur dan penyakit lainnya yang dapat mengganggu lebah yang dipelihara.
Pemindahan koloni dilakukan secara manual, yaitu dengan mengambil koloni lebah dengan tangan. Untuk menghalau lebah/untuk menjinakkan lebah digunakan asap rokok sebagai smoker (pengempos) sederhana. Sifat bahan bakar smoker yang baik antara lain adalah pelan terbakarnya, dan asap putih yang keluar tidak terlalu panas. Asap yang terlalu banyak dan panas tidak dianjurkan dalam kegiatan pengemposan karena dapat membunuh lebah dan membuat lebah panik (Barth, 1955).
Pada kegiatan pemindahan koloni, yang perlu diperhatikan adalah untuk mengambil dan memindahkan lebah ratu dari koloni tersebut agar para lebah pekerja dan lebah jantan segera mengikuti untuk pindah. Namun, kesulitan yang dihadapi dilapangan adalah sulitnya membedakan antara lebah ratu dan lebah pekerja maupun lebah jantan karena ukurannya yang hampir mirip. Pada praktikum, kegiatan pemindahan koloni lebah yang dilakukan kurang berhasil, walaupun di awal koloni lebah sudah menempati kotak lebah yang telah disediakan. Diduga terdapat dua permasalahan yang terjadi. Pertama, lebah ratu tidak berhasil dipindahkan ke kotak lebah, dan yang kedua, pemindaham koloni tidak diimbangi dengan penyediaan makanan yang cukup bagi lebah tersebut sehingga terjadi fenomena absconding (migrasi karena diganggu/tidak ada makanan).


PEMBERIAN PAKAN UNTUK LEBAH MADU
Di alam, ada 2 jenis bahan dasar makanan bagi lebah, yakni nektar (nectar) dan tepungsari (pollen grain). Jadi tanaman pakan lebah adalah tanaman/tumbuhan yang menghasilkan nektar dan atau tepungsari yang dapat dipanen oleh lebah. Nektar adalah cairan yang terdiri dari sejumlah senyawa kimia hasil metabolisme sekunder didalam nektar tanaman, dengan komponen utama air dan komponen dominan berupa senyawa gula (saccharida). Sedangkan tepungsari merupakan bagian utama dari bunga jantan suatu tanaman, yang terletak pada tangkai sari bunga jantan (Anonim, 2004).
Pada pengamatan yang dilakukan, lebah yang keluar dari kotak lebah paling banyak mencoba gula pasir sebagai pakan yang disukai. Namun setelah satu jam, untuk gula, gula jawa, dan sirup telah habis, dan yang tersisa adalah pemanis buatan. Diduga, pemanis buatan tidak disukai lebah karena tidak memiliki aroma yang khas, serta rasa dari pemanis buatan yang cenderung agak pahit diduga menjadi sebab lebah tidak tertarik untuk memakannya.
Untuk mengetahui perpindahan lebah dari pakan satu ke pakan lainnya, setiap lebah yang hinggap di cawan dicat pada punggung (gaster) sesuai dengan kode cat untuk masing-masing pakan tersebut. Perpindahan lebah dari pakan satu ke pakan lainnya adalah perpindahan dari pakan gula pasir ke gula jawa/sirup. Perpindahan ke sirup lebih banyak. Perpindahan ke sirup yang lebih banyak ini diduga karena sirup memiliki aroma wangi yang khas, sehingga membuat lebah tertarik. Gula pasir, gula jawa dan sirup lebih disukai lebah karena diduga memiliki kemiripan dengan nektar yang didapat dari alam mengingat gula pasir dibuat dari sari tebu, sedangkan gula jawa dari nira kelapa, dan sirup umumnya mengandung gula murni.
Tingkah laku lebah pada saat diberi perlakuan cat menunjukkan fenomena yang menarik, yaitu lebah dapat membersihkan dirinya dari kotoran/cat yang mengganggu dirinya dengan alat dikakinya (pembersih antena). Juga terjadi komunikasi pada lebah satu dengan lebah yang lainnya untuk menunjukkan pakan yang disarankan.
Pustaka: 
Anonim. 2004. Pedoman Pembangunan Model Usaha Perlebahan. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan. <http://www.dephut.go.id/INFORMASI/RRL/RLPS/sk_dirjenRLPS/l2_50_04.pdf>. Diakses tanggal 9 Mei 2010.
Barth, Walter. 1955. Five Hundred Answers to Bee Questions 3rd Edition. A.I. Root Company Medina, Ohio.

Comments